Hari Buruk Gak Akan Selamanya

Tentang Penulis: Karya ini ditulis oleh Zahra Khairunnisa, siswa kelas VIII I. Resensi ini merupakan karya berprestasi yang berhasil menyabet Juara 3 dalam Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kuningan saat penulis masih duduk di kelas VII L.

Identitas buku

Judul                            : Iyan Bukan Anak Tengah

Penulis                         : Herlina Putri

Penerbit                       : Squad

Tahun Terbit                : 2024

Jumlah Halaman         : 289 Halaman

Pendahuluan

Kenapa aku milih buku ini? Karena menurut aku buku ini menarik, tentang isinya yang menceritakan keluarga berantakan dan anak tengah yang tidak begitu disayang kedua orang tuanya, dan dianggap sebagai anak yang harusnya ga dilahirin. Aku milih buku ini juga karena bukunya punya hikmah sendiri. Kenapa judul resensinya “Hari Buruk Gak Akan Selamanya”, karena di dalam buku Iyan Bukan Anak Tengah kebanyakan menceritakan tentang hari-hari buruk yang bisa ia lewati, sampai dia bertemu hari yang disebut “Hari Cerah” dan bukan lagi “Hari Mendung”. Kesan aku waktu baca ini tuh kesel, deg-degan, dan juga berhasil bikin aku nangis berkali-kali.

Ringkasan

Buku ini menceritakan tentang kisah seorang anak laki-laki bernama Riyan Akrael Putra yang dipanggil dengan Iyan. Di mana di kehidupannya yang baru saja menginjak usia 15 tahun ini sudah mendapatkan beban dan juga masalah. Buku ini menceritakan tentang Iyan yang tidak begitu disayang kedua orang tuanya, buku ini juga menceritakan tentang keluarganya yang berantakan. Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat, dianggap ada juga disayangi seperti abang dan adiknya. Di usianya yang baru menginjak usia remaja, seharusnya ia menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang diinginkan dirinya, bukannya memendam dan menerima semua masalah yang tertuju padanya. Beban dan luka yang dia rasakan tidak membuatnya berhenti di titik itu, Riyan hanya ingin diperlakukan adil dan disayangi sebagai mestinya. Bukannya dicampakkan dan hanya dijadikan prioritas terakhir, serta hanya dijadikan pelampiasan amarah orang tuanya.

Analisis

Cerita ini menarik dan unik, dengan alurnya yang maju-mundur membuat pembaca penasaran, bahasanya yang mudah dimengerti karena tidak baku, tapi juga tidak terlalu gaul, bahasanya juga sopan dan santai, sedikit menggunakan bahasa kasar, juga beberapa bahasa yang mungkin membuat pembaca iba dengan tokoh utamanya, juga karakter-karakter yang membuat pembaca kesal dan kasian.

Evaluasi

Kelebihan :

 Ceritanya berhasil membuat pembaca mengekspresikan senang, sedihnya alur atau ceritanya itu berhasil menyentuh hati para pembaca. Ia juga punya moral yang kuat buat ngingetin kita untuk bertahan di saat kita punya masalah yang besar dan hari buruk yang banyak.

Kekurangan :

Terlalu banyak konflik, masalah buat Riyan juga numpuk banget, apalagi ditambah dengan meninggalnya Danan (abang Riyan) yang disaat itu jadi satu-satunya orang yang peduli sama Riyan, yang membuat Riyan sempat terkena gangguan mental, juga endingnya yang kurang memuaskan/kuat.

Refleksi dan Kesimpulan

Pelajaran yang didapat dari kisah ini adalah, jangan mudah menyerah dengan hal-hal yang menimpa kita, masalah kecil ataupun masalah yang hampir mirip dengan kisah Riyan, atau juga masalah yang lebih besar dari ini, untuk jangan mudah mengucapkan “apa aku menyerah aja?” “apa aku mengakhiri semuanya aja” Karena kata-kata seperti itu nunjukin kalo kita lemah. Cerita ini cocok untuk remaja yang sedang belajar sabar dan kuat dengan masalah pertemanan , menuntut ilmu, atau memang seseorang yang juga punya masalah dengan keluarganya. Intinya cerita ini mengajak kita semangat untuk menjalani hidup yang pasti ada cobaannya.  


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *